Cara Migrasi Hosting Blog WordPress Yang Mudah Buat Pemula

Kadang kita sudah terlanjur hosting di satu tempat tapi kurang puas dengan pelayanan, kinerja server ataupun karena alasan sewanya mahal, tapi pengen pindah ngga tau gimana selain minta tolong sama support hostingan yang baru. Anda bisa ikuti step migrasi ini biar bisa mandiri 🙂 Dari beberapa cara pindah hosting sendiri dari hostingan lama ke hosting baru yang katanya cepat dan simple buat yang udah biasa, tapi ada satu cara sederhana yang kayaknya bisa banget diikuti bagi yang baru kenal sama yang namanya Cpanel sekalipun.

Di Hostingan lama :

1. lihat di Cpanel, ada menu Backup Wizard di kategori “Filesbackup wizard cpanel   2. Di dalam menu Backup Wizard ada pilihan “Backup“, klik tulisan backup itu untuk langkah selanjutnya backup wizard cpanel   3. Setelah itu di halaman berikutnya, ada pilihan “Full Backup” dan “Partial Backup“. Jika koneksi internet anda memungkinkan untuk mendownload file besar silahkan pilih “Full Backup” dimana semua file dan database akan terunduh sekaligus. Namun jika koneksi anda kurang stabil atau anda ingin memisahkan antara database dengan file-file lainnya pilih “Partial Backup“. Partial Backup yang perlu adalah mendowload Home Directory dan MySQL Database satu persatu, sedangkan untuk Email Forwarders tidak perlu di download jika tidak ada data email yang akan anda pindah atau anda bisa lakukan kemudian. partial backup-database   4. Kita kerjakan dulu mendowload MySQL Database yang biasanya lebih kecil daripada Home Directory filenya. Partial backup database   Klik nama database yang akan dipindah, kemudian download ke PC anda, tempatkan di folder yang terpisah agar mudah ditemukan nanti.

5. Setelah selesai mendowload database, klik tombol “Go Back” untuk kembali ke halaman sebelumnya. Kemudian kita akan mendownload file “Home Directory” yang berisi file-file WordPress blog anda beserta gambar-gambar yang pernah anda upload ke dalam blog tersebut. Oleh karena itu biasanya file Home Directory ini sangat besar dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk mendownloadnya. partial backup-home-direktori   Klik tombol “Download” dan tempatkan file di folder di PC anda seperti sebelumnya. Sampai disini tugas mem-backup di hostingan lama sudah selesai, sekarang anda bisa login ke Hostingan yang baru.

Di Hostingan Baru :

1. Masuk di Cpanel dan buka menu ” Backup Wizard“. Saat halaman terbuka, pilih yang “RESTORE” bukan backup lagi. restore cpanel   2. Seperti sebelumnya, ada pilihan untuk Restore Database dan Home Directory reestore databse   3. Pilih untuk me-restore database terlebih dahulu yang lebih kecil ukurannya. Ambil file MySQL database yang tadi di download, kemudian upload di step ini, perhatikan nama file database berakhiran “sql.qz” jadi jangan keliru dengan file home directory ya. pilih database restore Proses restore akan terbuka di tab browser baru, biarkan proses ini selesai (yang ditandai dengan selesainya text tampilan proses restore di tab baru tersebut), sebelum anda klik “Go Back” untuk kembali ke halaman sebelumnya.

4. Kembali ke halaman restore sebelumnya, kemudian anda pilih untuk me-restore “Home Directory” pilih home direktori restore Ambil file Home Directory (yang berakhiran “tar.gz“)yang anda download dari hostingan lama dan upload ke step ini. Tab baru akan terbuka dan menunjukan proses restore ini selesai. Biasanya memakan waktu lebih lama daripada proses restore database. Setelah kedua proses restore ini selesai, anda bisa lanjutkan dengan mencocokan nama database dan nama usernya, karena pastinya akan berbeda dengan nama di hostingan lama. Langkah-langkahnya sebagai berikut :

Menyesuaikan Nama Database dan Nama User :

1. Masih di hostingan yang baru, masuk ke Cpanel di menu “MySQL Databases” di Kategori Database mysql database 2. Di menu ini sudah tercantum nama database yang anda upload tadi, tapi belum ada nama usernya. Maka kita harus membuat nama user baru untuk database ini. membuat user database 3. Di bagian bawah nama database, ada kolom “Add a New User”, isi dengan nama user sesuai keinginan anda tapi jangan panjang-panjang ya. Kemudian isi juga passwordnya, bisa gunakan pasword generator yang tersedia di tombol samping kolom, tapi jangan lupa di catat password yang dihasilkan dari generator ini di notepad sebelum anda klik “Use Password” membuat user database 4. Setelah membuat nama user, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan database dengan usernya. Pilih nama database dan user di kolom bawah ini (masih di halaman yang sama). Klik “Add a USer to Database“. add user ke database 5. Kemudian di halaman yang terbuka, kita harus memberikan kewenangan user tersebut untuk mengakses database. Klik centang “ALL PRIVILEGES” dan kemudian klik tombol ” Make Changesadd priviledges user Okay, sampai sini kita sudah mendapatkan nama database, nama user dan password yang baru. Copy di notepad sebelum pindah ke halaman muka Cpanel. Kembali ke halaman muka Cpanel, pilih menu File Manager di kategori “Files“, akan terbuka di tab baru susuna file-file home direktori yang anda upload sebelumnya. file manager cpanel   Temukan nama file “wp-config.php” di file manager ini, klik namanya dan klik menu “Edit” di bagian atas. edit wp config   Akan terbuka di tab baru lagi, text dari file wp-config.php. Disini temukan baris kode nama database, nama user dan password, seperti yang di highlight di gambar. edit wp config   Ganti nama database, nama user dan passwordnya persis dengan yang anda copy paste di notepad tadi, pehatikan tanda kode ‘  ‘ jangan sampai terhapus saat mengganti tulisan didalamnya. Klik tombol save untuk menyimpan perubahan ini. Sampai disini proses migrasi ke hostingan baru sudah selesai, dan anda kemudian bisa mengganti DNS domain anda dengan DNS yang di berikan oleh hostingan baru. Tunggu beberapa saat proses propagasi sampai anda bisa mengakses blog anda di hostingan yang baru.

Catatan :

  • Jangan mengganti DNS domain dulu sebelum anda selesai backup dan restore ini.
  • DNS domain diganti di domain manager tempat anda membeli domain yang mungkin saja berbeda dengan hosting anda.
  • Proses propagasi berbeda-beda tergantung hostingan anda yang baru, ada yang hanya beberapa menit saja sudah bisa diakses ada yang memerlukan waktu berjam-jam. Sabar ya 😉
  • Login kw wp-admin di hostingan baru tetap sama dengan di hostingan lama.

Jika dalam satu Cpanel anda mempunyai beberapa domain yang di hosting disana, maka step backup dan Restore Home Directory akan lebih lama lagi karena banyak file yang harus di download dan di upload. Untuk lebih mudahnya dan menghindari kemungkinan korup file hasil download-an, lebih baik step backup no. 5 di hostingan lama anda skip dan download satu persatu isi folder nama domain dari menu File Manager.

Untuk lebih detil cara backup dan restore file khususnya yang memiliki banyak domain di dalam satu Cpanel akan aku jelaskan di postingan baru saja ya .. karena perlu untuk add on domain dulu di hostingan baru, upload file per folder domain dari File Manager dan menyesuaikan satu persatu database yang anda pindahkan. [to be continue].

Fast Loading, SEO dan User Friendly WordPress Theme

Aku jarang mereview theme buat WordPress, karena bagus atau engganya theme itu sih sebenernya tergantung personal touch dari yg punya blog .. Theme premium yang mahal juga engga keliatan bagus kalau blog kita ga ada isinya atau ngga dikasih macem-macem tambahan seperti di demonya Theme itu.

Tapi aku lihat ini koleksi Theme dari temanku, mas Virtarich keren-keren banget .. bukan cuma keren, theme yang dibikinnya beneran fast loading alias loadingnya cepet kalau visitor akses, tau kan sekarang Google lebih memberi value untuk situs yang cepat diaksesnya, kadang banyak gambar dengan resolusi besar dan kode-kode di theme bikin blog kita lambat sangat.

Selain itu, karena ini bikinan anak bangsa .. bangga juga dong 🙂 ngga kalah sama theme-theme di Theme Forest atau premium theme lainnya, kedua karena supportnya orang Indonesia, kalau ada apa-apa kita jadi mudah untuk konsultasi masalah theme itu, ngga mau keluar gambar, error di postingan/widget dll., ketiga … ngga mahal-mahal amat, bisa transfer Bank pula 😀 jadi kalau ngga punya Paypal atau Credit Card, bisa beli dengan Rupiah.

Theme-theme dari Theme-id ini bagus buat yang menjalankan Adsense atau Amazon Online Store, support WP Robot plugin tapi mudah dimodifikasi jika ngga pakai WP Robot pun.

Bisa lihat beberapa Screenshotnya disini :
Theme dari theme-id

Store WP Theme Fastestwp

Store WP Theme Fastestwp

Oya, sampai tanggal 3 Januari 2012 (semoga diperpanjang 😀 ) ada diskon 50% untuk semua themenya, lihat detailnya disini : http://bit.ly/themeid50

Kupon Kode yang bisa dipakai, sbb :

CCA9BED6
6548C9C9
4649D0CE
0B50DE55
CB25899B

Daftar dulu disitu sebagai free member, anda bisa dapat download theme-theme yang gratisnya kalau mau dan juga order theme premiumnya melalui member area, masukan kupon kode sebelum check out.

Salah dua dari blog ku yg memakai theme dari Theme-id :

Wp Bestseller – http://gartenmoebelguenstig.info

StoreWp – http://play-kitchen.co.uk

Rekomendasi Plugin-Plugin

Cliffhanger at home
Image by Stéfan via Flickr

Untuk pengguna WordPress Stand alone aja nih 🙂

Banyak yg tanya tentang sebaiknya pakai plugin apa aja, terutama untuk blog baru. Yaah, banyak banget sih ya plugin yang tersedia, sampai ribuan, dan penggunaannya disesuaikan sama fungsi yang kita mau di blog kita. Sedikit tips milih plugin :

  1. Sudah ada di WP Plugin Repository, kenapa ? karena plugin-plugin yang masuk dihalaman ini sudah di tes dan terdaftar di WordPress.org, dalam arti berfungsi untuk versi WordPress saat ini, kecuali disitu nanti ada tulisan “Not supported anymore” atau situs asli authornya sudah ngga bisa diakses, kalau kayak gini mungkin Plugin masih bisa bekerja tapi untuk error-error nantinya susah nanyanya.
  2. Untuk plugin bagus tapi belum ada di WP Plugin Repository , seperti yang aku suka pakai yaitu Simple Ads Injection (yang buat masukin kode iklan atau banner ditengah-tengah postingan), biasanya karena plugin masih baru dan belum didaftarkan di WordPress.org, untuk yang ini pasti kan situs authornya masih aktif dan ngga ditinggalkan sama authornya, lihat di komentar-komentar terbaru, dijawab ngga sama si author.
  3. Kalau untuk satu fungsi ada banyak pilihan plugin, lihat score bintangnya, semakin banyak bintangnya berarti semakin banyak yang sudah ngetes dan work.
  4. Pilih salah satu aja untuk Plugin dengan fungsi sama atau hampir sama, contoh All in One SEO jangan aktif kalau Platinum SEO aktif juga.
  5. Hapus plugin-plugin yang tidak terpakai, jangan hanya di deaktifkan saja, bukan apa-apa, tapi menuh-menuhin space hostingan 😀 dan nanti penuh notifikasi upgrade versi baru .. bikin bingung aja

Plugin-plugin yang biasa aku pakai seperti ini, urutannya nunjukkin yang paling penting buat aku .. fungsi lebih lanjut insya Allah aku uraikan di postingan sendiri-sendiri yaa 🙂

1. Platinum SEO dan SEO Ultimate, Platinum SEO favoritku dari dulu, tapi sejak SEO Ultimate lebih lengkap sekarang lebih sering pakai ini. Fungsinya untuk pengaturan SEO di blog, seting meta keyword, deskripsi, etc., bagi yang masih bingung soal SEO on page atau ngga mau ribet edit theme sendiri, ikuti petunjuk dan opsi2 di menu SEO Ultimate.

2. Google XML Sitemap, jangan pernah ngga pakai 🙂 kenapa ? karena untuk blog baru tanpa plugin sejenis ini jadi susaaaah banget keindex di Search Engine terutama Google, dengan plugin ini begitu kita isi-isi artikel, pluginnya sudah langsung bikin sitemap yang ngelaporin adanya konten baru diblog kita, jadi tau beres, tinggal seting dikit di menu options aja.

3. Simple Tags, banyak plugin sejenis tapi aku lebih suka pakai Simple Tags dan Cyber Tags (yg ini plugin pribadi sih, ga dipublish hehe).  Simple Tags bisa langsung mengambil keyword dari konten yang dipublish dan dibikin sebagai tags, selain itu Simple Tags punya kemampuan untuk autolink Tags yang tercipta di postingan dan memberi internal linking ke halaman lain di blog kita, formatnya “namablog.com/tags/nama-tagnya”. Dengan ini kita sudah dapet internal linking automatis kan.

 

4. Search Terms Tagging 2 (STT2), author dari Simple Ads Injection plugin juga, plugin ini powerful banget dan harus ada, fungsinya untuk mendeteksi keyword-keyword apa atau search terms apa yang dateng ke blog kita dari Search Engine. Tersedia widget juga untuk ditaruh disidebar yang nanti keywordnya ngelink ke postingan tujuan, dengan ini nambah lagi optimasi internal linking kita.

Kalau pada nanya kenapa kita perlu ngerti Search Terms yang dateng ke blog kita, yaa sesuai 13 Autoblogging Blunders report (bisa didownload gratis nih, mayan buat baca-baca), kita ngga bisa saklek sama pendapat kita kalo blog kita tuh harus sesuai sama Niche yang kita pengen, biarkan Search Engine mendeteksi di keyword apa blog kita dapet rangking, jadi kita bisa optimasi keyword tersebut untuk memanfaatkan trafik yang datang selain mengoptimasi keyword utama yang kita inginkan, imo 🙂

5. Internal Link Building atau SEO Smart Links , fungsinya sama sih dua-duanya, yaitu buat ngelink keyword di dalam postingan ke postingan yg lain atau URL lain, automatisnya disini kita bisa seting keywordnya di menu option plugin tsb. dan nantinya semua keyword itu yg ada di blog otomatis nge-link ke URL tujuan yg kita seting, jd ga harus satu2 bikin linknya. Internal Link Builder ga ada di Plugin Repository dan harus daftarkan email dulu di situs author untuk dapat link donlotnya.

6. Sitemap Generator, ada banyak pilihan juga, yg sering aku pakai punyanya Dagon Design. Ini sitemap buat pengunjung manusia, bukan kayak Google XML sitemap tadi yang khusus buat Spyder dan Bots. Dengan DD sitemap generator, kita cuma kasih kode <!– ddsitemapgen –> aja di New Page (panel HTML-nya) langsung dia bikinkan sitemap urutan postingan di blog, oya seting dulu di menu DDsitemapgen-nya ya.

7. W3 Total Cache atau WP Super Cache, fungsinya supaya situs ngga berat nge-loadnya, terutama yg sudah banyak postingan dan gambar, biar pengunjung ngga males nunggu halaman terbuka dan juga meringankan resources di server hostingan kita, untuk blog baru sih belum penting banget.

8. Cb Ping Optimizer, ada beberapa pilihan juga, Cb Ping Optimizer mirip punyanya Maxblogpress.com cuma ngga perlu daftar-daftar lagi, fungsinya untuk membatasi fitur ping yang ada di WordPress, karena biasanya kalau kita edit-edit postingan itu dan di save update, akan nge-ping lagi ke situs-situs ping service, padahal kalau kebanyakan ngeping blog kita bakal dicap spammer dan bisa kena warning sama situs-situs tersebut.

9. Indexing Tool, Fungsinya untuk mengetahui dan mempercepat indexing postingan kita, plugin ini bisa mendeteksi apakah link-link postingan kita sudah terindex apa belum melalui RSS Feednya. Sayangnya plugin ini ngga gratis 😀 tapi jangan kuatir deh ah .. plugin ini sudah aku sertakan di daftar bagi-bagi plugin gratis, isi formnya untuk dapetin link downloadnya, bagi yang sudah pernah submit silahkan cek lagi link download yang aku beri kemarin, dibagian bawahnya sudah ada 2 plugin baru, ok 😉

10. Rank Tracker Tool, plugin ini bisa mendeteksi di keyword apa posisi blog kita dapet ranking di Google (ada pilihan Google.com, .ca, .co.uk, .com.au, .ie) beserta link tujuannya. Jadi kita bisa manfaatkan keyword ini atau postingan yang mengandung keyword ini untuk lebih monetizing atau .. apa lah, thinking outside the box yah 😉 . Pluginnya ngga gratis juga hehe .. tapiiii udah ada di list seperti yg aku bilang di point 9.

 

PS : oya, ada Plugin yg suka aku pakai juga kalau mau instal banyak plugin sekaligus, selain upload dari FTP, yaitu Plugin Central. Dengan Plugin ini kita bisa masukan url download plugin yg ada di WordPress Repository (contoh :http://wordpress.org/extend/plugins/chennai-central/) banyak sekaligus dan Plugin Central langsung download dan aktifkan jadi kita ngga usah search satu2 asal tau aja link ke halaman plugin tsb. bisa juga cuma kasih nama Pluginnya aja, tapi biasanya sih ngga ketemu sama plugin central ini, ok 😉

—> to be continue deh .. daripada jadi draft .. hehe .. lanjut nanti lagi ya, biar ga bingung juga kan 😀

Enhanced by Zemanta

Upgrade Plugin Serentak dari Admin Panel

Untuk Blog Self-hosted (WordPress.org)

Jika ada Plugin yang sudah ada versi barunya, ditunjukan dengan alert berupa angka berwarna merah di atas menu Plugins, kalau cuma satu aja sih bisa langsung kita klik link “Upgrade Automatically” di daftar Plugin yang terinstal, tapi kalau banyak banget ? cape kaan 🙂

Sekarang, setelah versi 2.9, ada menu baru yang bisa meng-upgrade Plugins sekaligus, yaitu dari menu Tools >> Upgrade

disitu ada nama-nama Plugin yang perlu diupgrade karena sudah tersedia versi terbarunya, tinggal centang nama-nama Pluginnya atau Select All kalau mau semuanya dan klik “Upgrade Plugins” tunggu sesaat dan semua plugin itu sudah jadi versi baru.

Kalau ngga ada Plugin yang perlu di Upgrade, dihalaman Tools >> Upgrade cuma ada Opsi untuk Download atau Re-install WordPress terbaru saja.

UPDATE !!

Untuk WordPress versi 3 , letak upgrade massal ini ada di bagian atas, Menu Dashboard jadi bukan di sub menu Tools lagi ya

Kendala Saat Instal Plugin dari Admin Panel

Untuk Blog Self-hosted (WordPress.org) saat ini  sudah dimudahkan dengan melakukan penambahan Plugin dari dalam admin panel langsung tanpa harus masuk ke Control Panel >> File Manager atau tanpa pakai FTP untuk upload file.

Di menu Plugins >> Add New >> Uploads, kita bisa langsung memasukan file Plugin yang sudah kita ambil dari situs pemiliknya.

Tapi sering terjadi kendala saat instal plugin langsung dari admin panel, yaitu Plugin tidak terdeteksi padahal sudah diupload atau Plugin tidak bisa diupload dari opsi ” Install a plugin in .zip format”

Ada beberapa kemungkinan :

1. Format Plugin saat diunduh dari situs pemiliknya, berupa format .rar bukan .zip, sehingga script WordPress tidak bisa mengekstraksinya,

solusinya ekstrak manual di komputer anda dengan Winrar kemudian dikompresi kembali dengan Winzip.

2. Plugin di .zip dengan beberapa folder didalamnya, sehingga sulit untuk diekstrak langsung ke file yang penting didalamnya,

solusinya coba diekstrak manual dahulu di komputer anda, ambil folder terakhir saja yang jika dibuka langsung menuju ke file-file utama. Kemudian di kompresi kembali folder tersebut.

3. Plugin korup saat proses upload, bisa terjadi karena koneksi internet dan file yang diupload terlalu besar. Sehingga script WordPress tidak mendeteksi adanya Plugin yang sudah diupload atau timbul error saat aktifasi.

Solusinya, hapus plugin tersebut dari daftar menu Plugin dengan menekan tombol “delete” dan coba upload kembali dari komputer anda atau langsung anda upload melalui File Manager di Control Panel hosting anda atau melalui FTP setelah sebelumnya di ekstraksi dahulu.

WordPress RSS Widgets Open in New Window

feed-mugCoba-coba menambahkan RSS Feed dari blog atau situs lain di sidebar ? keliatan keren juga sih karena bisa kayak blog ter-update terus dengan berita-berita terbaru (kalau RSS News) atau postingan dari blog lain. Kalau bingung mau nampilin feednya siapa, bisa cari-cari topik di situs-situs seperti Syndic8.com atau kumpulan News feed di RSS Hot List ini atau kumpulan Feed dari situs lokal yang sudah dirangkum Heri Doank di blognya serta  kalau lihat blog bagus bisa nyari feednya juga dengan klik kanan mouse >> copy link location gambar Feednya.

Caranya tinggal ke menu Appearance >> Widgets, dan pilih kotak “RSS” kemudian di drag ke sisi kanan, pilih bagian sidebarnya kalau ada lebih dari satu sidebar.

rss-widgets

Masukan url feed  dari situs atau blog yang mau ditampilkan artikelnya (ingat ya, harus merupakan url feed, diujungnya biasanya ada format .xml atau .atom atau rss), pilih opsi-opsinya jika perlu yaitu mau ditampilih deskripsinya juga atau tidak (memakan banyak space kalo deskripsinya banyak), mau nampilin nama author dan tanggalnya apa tidak, okay trus klik Save.

isi rss widgets

Maka setelah di preview, tampilan di sidebar blog akan seperti ini (aku ambil feed dari Google News)

rss feed di widgets

Tapi kalau di klik News feed itu akan terbuka di halaman yang sama dengan blog anda a.k.a open in same window, jadi blog anda ketutupan situs lain deh..rugi dong, makanya lebih baik diseting supaya Feed link itu Open in New Window.

Caranya agak sedikit repot, karena harus buka salah satu file di WP-Includes (dilakukan dari Cpanel >> File Manager atau lewat FTP biar cepat).

Buka file default-widgets.php di folder WP-Includes nya WordPress anda

Temukan kode seperti ini di baris #726

$title = “<a class=’rsswidget’  href=’$url’ title='” . esc_attr(__(‘Syndicate this content’)) .”‘><img style=’background:orange;color:white;border:none;’ width=’14’ height=’14’ src=’$icon’ alt=’RSS’ /></a> <a class=’rsswidget’ href=’$link’ title=’$desc’>$title</a>”;

kemudian tambahkan kode target=”_blank” agar terbuka di halaman baru, sehingga kodenya menjadi seperti ini :

$title = “<a class=’rsswidget’ target=”_blank” href=’$url’ title='” . esc_attr(__(‘Syndicate this content’)) .”‘><img style=’background:orange;color:white;border:none;’ width=’14’ height=’14’ src=’$icon’ alt=’RSS’ /></a> <a class=’rsswidget’ href=’$link’ title=’$desc’>$title</a>”;

masih ada lagi yang harus diedit, yaitu di baris ke #835, temukan kode seperti ini :

echo “<li><a class=’rsswidget’ href=’$link’ title=’$desc’>$title</a>{$date}{$summary}{$author}</li>”;

dan tambahkan kode target=”_blank” nya juga :

echo “<li><a class=’rsswidget’ target=”_blank” href=’$link’ title=’$desc’>$title</a>{$date}{$summary}{$author}</li>”;

Save kembali file tersebut.

Catatan : Cara tsb untuk WordPress versi 2.8 ke atas, sedangkan untuk versi sebelumnya coba cari kode spt itu di file wp-includes/widgets.php line #1525 dan #1621